Terkaya di Indonesia Gara-Gara Saham BCA


Credit Suisse Securities Indonesia memfasilitasi transaksi tutup sendiri atau crossing saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di pasar negosiasi sebanyak 515 juta saham. Transaksi yang dilakukan pada harga Rp6.700 per saham itu senilai Rp3,45 triliun.
Berdasarkan data transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tutup sendiri itu dilakukan pada Senin, 20 Desember 2010. Namun, belum diketahui pihak-pihak yang melakukan transaksi itu.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito, mengatakan otoritas bursa belum menerima laporan transaksi tersebut. “Kami belum terima (laporan transaksi). Hingga 10 hari sejak crossing terjadi harus dilaporkan ke bursa dan Bapepam-LK,” ujar Eddy di Jakarta, Selasa, 21 Desember 2010.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama BCA, Jahja Setiamihardja, belum dapat dikonfirmasi mengenai adanya transaksi tutup sendiri yang difasilitasi Credit Suisse itu. Telepon seluler Jahja tidak aktif.
Sementara itu, Komisaris Utama UBS Investment Bank Indonesia, Jonathan Chang, belum bersedia menjelaskan detail terkait transaksi tersebut. “Maaf, saya sedang di luar negeri,” ujarnya kepada VIVAnews.com.
Meski demikian, diberitakan Reuters, transaksi itu merupakan upaya Grup Djarum melalui PT Tricipta Mandhala Gumilang dan PT Caturgurwiratna Sumapala untuk menambah kepemilikan sahamnya di Bank Central Asia menjadi 50,24 persen. Dua perusahaan Grup Djarum itu membeli saham BCA melalui Credit Suisse dari UBS Securities.
Grup Djarum kini dikendalikan Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono yang merupakan orang terkaya Indonesia menurut versi Majalah Forbes. Harta bersih duet bersaudara ini mencapai US$11 miliar atau hampir Rp100 triliun.
Mereka mewarisi kekayaan dari ayahnya sebagai produsen rokok kretek terbesar di Indonesia. Sebagian besar kekayaan mereka berasal dari Bank Central Asia, bank terbesar ketiga di Indonesia dan masuk jajaran perusahaan menakjubkan versi Forbes.
Robert dan Michael merupakan pemegang saham terbesar di Bank Central Asia. Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono melalui Farindo Holdings Ltd. sebelumnya menguasai sekitar 47,15 persen saham BCA.
(vivanews.com)